Copyright By www.aloeveraanditsbenefits.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

IPO AirAsia Tunggu Akuisisi Batavia Tuntas

Written By Unknown on Tuesday, September 25, 2012 | 7:01 AM

Jakarta - PT Indonesia AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya murah siap melepas saham kepada publik tahun depan. Manajemen masih menunggu tuntasnya akuisisi 100% Batavia Air.

Direktur CIMB Securities Yuga Nugraha yang mewakili Indonesia AirAsia sebagai penjamin pelaksana emisi Initial Public Offering (IPO), menjelaskan penjualan saham perdana milik AirAsia Berhad ini diperkirakan terlaksana triwulan I-2013.

"Penundaan IPO karena Indonesia AirAsia masih memproses penyelesaian merger atas akuisisi Batavia Air," jelasnya.

Proses teknis ini harus dilalui selain penyelesaian hukum termasuk meminta persetujuan dari pemegang saham. Indonesia AirAsia juga wajib mengaudit laporan keuangan terakhir sebagai syarat dari pelepasan saham kepada publik.

"Proses merger bisa selesai tahun ini, lalu dilakukan audit laporan keuangan. Misalnya pakai tahun buku Desember 2012, paling cepat IPO jadinya di semester II tahun depan," tambahnya.

Ia pun menerangkan hasil IPO Indonesia AirAsia mencapai US$200 juta, atau sesuai dengan pernyataan CEO Group AirAsia Berhard, Tony Fernandes.

Tony memang sebelumnya menegaskan rencana IPO anak usahanya tersebut. Total saham yang dilepas sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

AirAsia Berhad memang terus ekspansi di setiap negara Asia Negara. Salah satu caranya dengan IPO. Perusahaan AirAsia di Singapura dan Thailand juga telah mencatatkan sahamnya di Bursa masing-masing negara.

Saat IPO di Thailand, perseroan memperoleh dana 4,5 miliar baht atau US$ 143 juta di Mei 2012.

(wep/dru)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Presiden SBY Terima 2 Penghargaan di New York

New York - Presiden SBY menerima dua penghargaan di sela-sela kunjungan dinasnya ke New York, Amerika Serikat. Dua penghargaan itu diberikan terkait keberhasilan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan penghargaan terkait lingkungan. Dua penghargaan berbeda ini diberikan kepada SBY di satu acara yang sama.

SBY menerima dua penghargaan ini di acara Gala Dinner yang digelar di Hotel Mandarin Oriental, New York, Senin (24/09/2012) malam. Gala dinner ini dihadiri oleh ratusan orang dari kalangan bisnis dan para pegiat lingkungan AS. Hadir pula sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Penghargaan pertama diberikan oleh US ASEAN Business Council (USABC) kepada SBY atas meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Penghargaan yang merupakan pertama kali diberikan oleh USABC ini diberi nama 21st Century Economic Achievement Award.

Presiden USABC Alex Feldman yang langsung memberikan penghargaan ini kepada SBY. Sebelumnya Alex Feldman menjelaskan mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang meningkat tajam melebihi negara-negara lain. Bahkan, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi paling tinggi di kawasan ASEAN. Karena itu, USABC memberikan penghargaan ini kepada SBY.

Menurut Alex, penghargaan diberikan kepada Presiden SBY sebagai pemimpin ASEAN atas keberhasilannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 4,5 persen selama 8 tahun, perbaikan keuangan negara yang tercermin dalam peningkatan grade dari credit-rating menjadi investment grade, dan membuka peluang bagi jalinan bisnis yang makin luas antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui US-Indonesia Comprehensive Partnership.

Penghargaan bagi Presiden SBY itu juga didasarkan atas komitmennya menciptakan kepastian hukum, menegakkan undang-undang dan transparansi, sehingga melahirkan iklim investasi yang sehat. Organisasi ini juga mengapresiasi prestasi Presiden SBY dalam kepemimpinan Kelompok Kerja Anti Korupsi G-20; peningkatan ekonomi secara berkelanjutan dengan memperhatikan faktor perlindungan lingkungan dan peningkatan penegakan hukum di Indonesia.

USABC merupakan organisasi advokasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam menjalankan usahanya di negara-negara ASEAN. Anggota USABC terdiri dari sejumlah perusahaan ternama di AS yang telah beroperasi lama di Indonesia seperti Chevron, Coca Cola, General Electric, Conoco Phillips, Cattepillar, dan IBM.

Penghargaan kedua yang diterima SBY adalah penghargaan Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF). Penghargaan CTI-FF diberikan oleh The Nature Conservancy, World Resources Institute (WRI) dan World Wildlife Fund (WWF).

Tiga lembaga ini menilai Presiden SBY menginspirasi para pemimpin lain di kawasan dalam meluncurkan CTI-CFF pada 2007 untuk melindungi sumber daya laut dan pantai, termasuk penyelamatan terumbu karang. CTI-CFF ini kemudian didukung oleh pemerintah Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Pulau Solomon, dan Timor Leste.

Ratusan juta orang yang tinggal di kawasan pantai di 7 negara itu pun mendapat keuntungan dari kebijakan ini.

Presiden dan CEO WRI Andrew Steer memuji langkah Presiden SBY terkait CTI-CFF ini. Menurut dia, Presiden SBY telah melakukan inovasi dan berpikir di luar kebiasaan. Kepemimpinan seperti inilaah yang dibutuhkan dunia internasional saat ini.

Bagi dia, SBY menginginkan menginginkan dua-duanya, antara pertumbuhan ekonomi dan bisnis dan juga pelestarian lingkungan. "Presiden SBY berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia 7% per tahun, menciptakan lapangan pekerjaan, dan juga berkomitmen mengurangi 26% emisi gas rumah kaca," kata dia.

Sementara itu, PM Timor Leste Xanana Gusmao juga memuji CTI-CFF, yang akhirnya melibatkan Timor Leste. "Saya salut sama Anda," kata Xanana kepada SBY saat memberikan sambutan.

Terhadap dua penghargaan ini, SBY mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi penghargaan itu. Penghargaan ini akan mendorong rasa percaya diri untuk Indonesia bisa berbuat lebih baik lagi.

"Saya menerima penghargaan ini dengan penuh rasa rendah hati. Terima kasih," kata SBY disambut tepuk tangan panjang undangan.

Dalam acara ini, Profesor Ekonomi dan Direktur The Earth Institute Columbia University Jeffrey Sachs juga memberikan sambutan. Acara ini diramaikan dengan penampilan Tari Piring dan Tari Saman, serta perasaan busana batik.

(asy/dnl)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Toko Furnitur 'Made In' RI Pertama Buka di China

Jakarta - Toko furnitur asal Indonesia pertama dibuka di Nanning, China. Toko Teak 123 milik pengusaha asal Indonesia yaitu Frans S. Pekasa ini siap bersaing di industri mebel China.

Dalam siaran pers Kementerian Perdagangan yang dikutip, Selasa (25/9/2012), Frans mengatakan pihaknya membuka cabang di Nanning, China karena provinsi otonom Guangxi itu merupakan wilayah yang sedang berkembang sehingga memiliki potensi tinggi dari sisi permintaan pasar.

Menurut Frans, keunggulan produk yang dijualnya antara lain tidak menggunakan bahan pewarna kayu dan bahan kimia yang tentu saja mendukung program Eco Green yang saat ini sedang gencar digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Pembukaan toko tersebut dibuka oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami bersamaan dengan acara pemeran
The 9th China-ASEAN Expo (CAEXPO) di Nanning.

Dalam keterangannya, Gusmardi menyatakan, Indonesia ingin terus meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi dengan China.

"Harapan Indonesia pada forum ini (CAEXPO) untuk meningkatkan kegiatan bisnis dan menarik investasi China ke Indonesia karena investasi negara terebut tercatat sangat kecil di Indonesia (US$ 128,2 juta) dibandingkan dengan investasi China di ASEAN (US$ 5,9 miliar) pada 2011," ujar Gusmardi.

Wakil Presiden China Xi Jinping juga mengatakan, hubungan dagang dua arah antara China dan ASEAN telah berkembang amat pesat. Tercatat rata-rata pertumbuhan perdagangan China-ASEAN sebesar 20% per tahun.

Di masa awal pembangunan kerangka kerjasama antara China dan ASEAN, nilai perdagangan dua arah baru mencapai US$ 7 miliar dan pada 2011 nilai tersebut telah mencapai US$ 362,8 miliar.

Selain itu China-ASEAN juga telah menjadi mitra investasi utama secara timbal balik bagi kedua pihak. Arus investasi dua arah ini terus tumbuh dan pada Juli 2012 ini, investasi antara kedua belah pihak telah mendekati nilai US$ 100 miliar.

China adalah mitra ASEAN utama untuk perdagangan, investasi, dan kerjasama ekonomi. China menduduki peringkat pertama sebagai mitra dagang ASEAN dengan nilai yang meningkat sebesar 20,9%, dari US$ 232 miliar di 2010 menjadi US$ 280,4 miliar di 2011.

Sementara bagi China, ASEAN adalah mitra dagang ketiga terbesar. Meskipun dunia sedang mengalami perlambatan ekonomi, namun berdasarkan statistik ASEAN, arus penanaman modal dari China ke ASEAN meningkat secara signifikan 117%, yaitu dari US$ 2.7 miliar di 2010 menjadi US$ 5,9 miliar di 2011.

(dnl/dru)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

BI: Batas Maksimal Pembiayaan Gadai Emas Bank Syariah Tetap Rp 250 Juta

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak akan menaikan plafon gadai emas dari yang sudah ditentukan pada perbankan syariah saat ini sebesar Rp 250 juta.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI)Edy Setiadi dalam diskusi di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

"Tidak akan ada penambahan jumlah plafon di atas Rp 250 juta," tegasnya.

Hal tersebut diungkapkannya menanggapi permintaan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), yang meminta BI untuk menaikkan plafon gadai emas yang semula hanya Rp 250 juta, agar ruang lingkup pembiayaan gadai emas perbankan syariah lebih terbuka.

Menurut Edy, alasan BI tidak akan menaikkan plafon gadai emas merupakan bentuk keberpihakan regulator terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga kini pemilik rekening gadai emas yang memegang plafon di bawah Rp 250 juta mencapai 80% dari jumlah total.

"Karena saya lebih berpihak ke yang kecil karena bukan pada return-return bank," jelasnya.

Saat ini jumlah rekening gadai emas telah turun menjadi sekitar Rp 3 triliun per September 2012, dari posisi akhir Rp 6,34 triliun per Desember 2011.

Salah satu penyebab penurunan tersebut adalah akibat diaturnya jumlah maksimal gadai di perbankan syariah. Aturan yang diberlakukan awal tahun ini membuat sebagian besar nasabah tidak bisa lagi menggadaikan emasnya dalam jumlah besar.

"Jadi banyak yang menggunakan fasilitas gadai emas ini untuk spekulasi, jadi dia gadai, dapat duit, beli emas lagi, gadai lagi. Lalu tidak ditebus karena harga emas sedang turun. Ini di luar tujuan utama fasilitas ini untuk memberikan dana cepat ke masyarakat yang membutuhkan dan meningkatkan risiko bank juga," tandasnya.

(nia/dru)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Pertamina Rugi Rp 198,3 Miliar Akibat Minyaknya Dicuri

Jakarta - Anak usah Pertamina di sektor hulu migas yakni PT Pertamina EP mengaku, hingga 17 September 2012 telah rugi Rp 198,3 miliar akibat aksi pencurian minyak mentah di jalur pipa Tempino-Plaju, Sumatera Selatan.

Manajer Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.

"Loss pengiriman minyak mentah kita ke kilang pengolahan dari Januari-17 September 2012 hilang rata-rata sebanyak 17%," ungkap Agus kepada detikFinance, Selasa (25/9/2012).

Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.

"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.

Hilangnya minyak mentah sebanyak 232.000 barel tersebut karena aksi pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa minyak milik PT Pertagas (Pertamina Gas) yang digunakan untuk mendistribusikan minyak mentah dari lapangan minyak ke kilang domestik dan ekspor.

"Loss 17% akibat aksi pencurian minyak yang sering terjadi dari tahun ke tahun," kata Agus.

Untuk menangani masalah ini, kata Agus, pihaknya sudah berupaya bekerjasama dan berkoordinasi denga berbagai pihak seperti BP Migas, Kepolisian, hingga TNI dan Polhukam.

"Pasalnya pihak pencuri seperti terorganisir, selain pihak luar yang melakukan pencurian, tetapi juga melibatkan pihak dalam seperti oknum Pertamina sendiri dan pihak keamanan, makanya kita sampai meminta bantuan Polhukam," ungkapnya lagi.

"Sudah ada oknum Pertamina yang kita pecat, orang Elnusa juga, dan pihak ketika yang bekerja dengan kami," tandas Agus.

(rrd/dnl)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Kementerian PU: Kontraktor Asing Tak Bisa Kita Lawan

Jakarta - Keberadaan kontraktor perusahaan asing di Indonesia tak bisa dihindari. Untuk itu kontraktor dalam negeri harus bekerjasama dengan mereka.

Sekretaris Badan Pengawas Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) Tri Djoko Waluyo mengungkapkan, kontraktor lokal tidak bisa melawan kontraktor asing.

"Kontraktor asing itu nggak bisa kita lawan, mau nggak mau kita harus kolaborasi," ungkap Tri saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Selasa (25/9/12).

Kolaborasi atau kerjasama harus dilakukan antara kontraktor lokal dengan asing, manfaatnya dapat bertukar ilmu dan pengalaman. Kontraktor lokal pun dapat mengambil keuntungan dari kerjasama ini.

"Tinggal bagaimana kontraktor lokal bisa memetik keuntungan dari keuntungan si kontraktor asing tersebut," jelasnya.

Saat ini sudah banyak kontraktor asing yang masuk ke Indonesia untuk membangun beberapa proyek infrastruktur. Selain dari aspek teknis konstruksi, kontraktor asing pun bisa berperan hanya sebagai konsultan.

"Saat ini ada kontraktor asing 150, dan kontraktor konsultan ada sekitar 200," ungkapnya.

Sebagai contoh, proyek infrastruktur Waduk Arian di Banten yang dibangun oleh kontraktor Korea bekerjasama dengan kontraktor lokal dari Indonesia. Jembatan Suramadu pun dibangun oleh proyek kolaborasi antara kontraktor China dengan kontraktor Indonesia seperti PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya.

(zul/hen)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Bos Bapepam-LK Telepon Bos BUMI Terkait Tuduhan Penyimpangan Keuangan

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) ikut bersuara atas pernyataan Bumi Plc, perusahaan investasi asal Inggris, yang menemukan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu perusahan Grup Bakrie.

Plt Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega bahkan meminta pejelasan kepada manajemen BUMI atas kisruh ini. Tidak menunggu jawaban tertulis dari perusahaan grup Bakrie ini. Ngalim langsung menghubungi manajemen BUMI agar jelas duduk perkaranya.

"Kita sudah kirim surat kepada BUMI tapi belum dijawab. Rencananya mau ditelepon, nggak usah tunggu jawaban tertulis. Tapi langsung ke direksi, biar cepat," kata Ngalim kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Ia menambahkan, Bapepam belum menerima aduan dari BUMI Plc seperti yang disampaikan Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding perseroan dalam keterangan tertulisnya, Senin lalu. "Saya tidak terima info dari BUMI Plc dan Bumi Resources. Dipersilakan saja kalau memang ada indikasi penyelewengan dana itu," paparnya.

Bapepam-LK fokus pada penjelasan dari manajemen BUMI. Ia meminta penjelasan rinci perihal dugaan penyelewengan tersebut. "Kalau memang ada indikasi, harus jelas penyelewengannya di mana. Dari dana usaha atau eksplorasi atau apa," tutur Ngalim.

"Ngapain jauh-jauh kita tanya (kepada BUMI Plc). Ke BUMI dan BRAU (PT Berau Coal Energy Tbk). Tentu ini perselisihan antara anak dan bapak," tegasnya.

(wep/dnl)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Mantan Bos: Ketika Saya Pimpin, Merpati Catat Rugi Terbesar Sepanjang Sejarah

Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Merpati Airlines Nusantara Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengakui dalam kepemimpinannya Merpati telah mencetak hutang paling besar dalam sejarahnya yakni mencapai Rp 760 miliar.

"Saat saya memimpin Merpati mencetak kerugian paling besar dalam sejarah Merpati yakni rugi Rp 760 miliar pada 2011, bahkan untuk operasional saja kerugiannya hingga Rp 400 miliar," kata Sardjono ketika ditemui di Ruang Komisi XI DPR, Selasa (25/9/2012).

Dikatakan Sardjono, namun pada tahun tersebut, Merpati tidak pernah mengalami gangguan operasional, tidak ada kegagalan yang mengancam untuk menarik pesawat, gaji karyawan terbayar dengan baik.

"Tidak hanya itu, utang kita bisa bayar, kolektibilitas kita di Bank Mandiri dari 5 menjadi 2 yang termasuk kategori taat bayar hutang," ujarnya.

Namun dikepemimpinannya Sardjono berhasil merecover kembali Merpati dari keterpurukan dan tanpa bantuan pemerintah pada 2010 bisa membukukan laba Rp 234 juta un audited.

"Namun setelah diaudit, ternyata kita rugi Rp 2,4 miliar, ini karena kerugian paruh waktu awal 2010, padahal pada 2010 kita membukukan laba operasi Rp 57 miliar," katanya.

Dikatakan Sardjono, pada 2011 mengapa Merpati bisa mencetak kerugian terbesar dalam sejarahnya namun itu dikarenakan beberapa hal salah satunya kesialan jatuhnya Pesawat MA 60 buatan China.

"Tidak hanya itu, kerugian terbesar juga dikarenakan inerja MA 60 yang belum optimal yang menggerus modal Merpati paling besar, selisih kurs, harga BBM yang naik (Avtur), dari sisi akutansi akibat terlambatnya pencairan PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 561 miliar yang seharusnya Mei carinya tetapi baru bisa cari Desember," ungkapnya lagi.

Akibat kerugian terbesar itulah, diakuinya tidak diterima para pemegang saham Merpati. "Ya tentunya berbagai alasan apapun, pemegang saham tidak terima. Walapun berdasarkan data keuangan Merpati sedang tumbuh-tumbuhnya, alat produksi sedang bertambah, sales kita naik dari Rp 3,8 miliar menjadi Rp 6,8 miliar, bahkan sebulan saya pergi sempat mencapai Rp 7 miliar," tukasnya.

(rrd/dru)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Mantan Bos: Ketika Saya Pimpin, Merpati Catat Rugi Terbesar Sepanjang Sejarah

Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Merpati Airlines Nusantara Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengakui dalam kepemimpinannya Merpati telah mencetak hutang paling besar dalam sejarahnya yakni mencapai Rp 760 miliar.

"Saat saya memimpin Merpati mencetak kerugian paling besar dalam sejarah Merpati yakni rugi Rp 760 miliar pada 2011, bahkan untuk operasional saja kerugiannya hingga Rp 400 miliar," kata Sardjono ketika ditemui di Ruang Komisi XI DPR, Selasa (25/9/2012).

Dikatakan Sardjono, namun pada tahun tersebut, Merpati tidak pernah mengalami gangguan operasional, tidak ada kegagalan yang mengancam untuk menarik pesawat, gaji karyawan terbayar dengan baik.

"Tidak hanya itu, utang kita bisa bayar, kolektibilitas kita di Bank Mandiri dari 5 menjadi 2 yang termasuk kategori taat bayar hutang," ujarnya.

Namun dikepemimpinannya Sardjono berhasil merecover kembali Merpati dari keterpurukan dan tanpa bantuan pemerintah pada 2010 bisa membukukan laba Rp 234 juta un audited.

"Namun setelah diaudit, ternyata kita rugi Rp 2,4 miliar, ini karena kerugian paruh waktu awal 2010, padahal pada 2010 kita membukukan laba operasi Rp 57 miliar," katanya.

Dikatakan Sardjono, pada 2011 mengapa Merpati bisa mencetak kerugian terbesar dalam sejarahnya namun itu dikarenakan beberapa hal salah satunya kesialan jatuhnya Pesawat MA 60 buatan China.

"Tidak hanya itu, kerugian terbesar juga dikarenakan inerja MA 60 yang belum optimal yang menggerus modal Merpati paling besar, selisih kurs, harga BBM yang naik (Avtur), dari sisi akutansi akibat terlambatnya pencairan PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 561 miliar yang seharusnya Mei carinya tetapi baru bisa cari Desember," ungkapnya lagi.

Akibat kerugian terbesar itulah, diakuinya tidak diterima para pemegang saham Merpati. "Ya tentunya berbagai alasan apapun, pemegang saham tidak terima. Walapun berdasarkan data keuangan Merpati sedang tumbuh-tumbuhnya, alat produksi sedang bertambah, sales kita naik dari Rp 3,8 miliar menjadi Rp 6,8 miliar, bahkan sebulan saya pergi sempat mencapai Rp 7 miliar," tukasnya.

(rrd/dru)


7:01 AM | 0 komentar | Read More

Bos Jasa Marga: Proyek Monorel Cibubur-Senayan Masih Wacana

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 7:00 AM

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana untuk membangun proyek monorel Cibubur - Senayan. Namun hal tersebut baru wacana semata.

Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengungkapkan, kemungkinan terbesar ruas jalan Cibubur-Senayan akan dibuat triple deck atau tiga tingkat.

"Pak Dirut buka wacana, nanti triple decker, jadi tol existing Cibubur-Senayan, sama tol elevated, dan di atasnya monorel," ungkap Hasanudin saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Jasa Marga di Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, sebenarnya jalan tol Cibubur-Senayan akan memakan investasi yang sangat besar sekali, dan dinilai sangat akan membebankan para pengguna jalan nantinya.

"Belum tentu batal, tapi kalau tarifnya Rp 28.000, dia tidak akan bisa mengatract kendaraan itu untuk bisa masuk. Sehingga tujuan kita untuk menyelesaikan lalu lintas itu tidak pas," tambahnya.

Dia menambahkan, Jasa Marga tidak mungkin mengerjakan proyek monorel sendiri. Nantinya, semua jalan ini akan berintegrasi satu sama lain, termasuk jalan tol layang Cibubur-Senayan yang menurutnya masih dalam pengkajian.

"Paling kerjasama, supaya penumpang yang bisa move itu lebih banyak," katanya.

Menurut Hasanudin, Jasa Marga hanya memiliki kapasitas sebagai operator jalan tol. "Tidak memungkinkan, kita bukan sebagai perusahaan monorel, tapi kalau hanya kontribusi sih masih bisa. Anggaran dasarnya kita perusahaan jalan tol," jelasnya.

"Kalau properti masih bisa, bangun tempat istirahat. Jadi bangun yang tidak related sama jalan tol itu nggak bisa," tambahnya.

Seperti diketahui Jasa Marga berencana membangun monorel di atas jalan tol (elevated) dalam kota untuk rute Cibubur-Senayan. Cara ini lebih efektif mengurangi kepadatan kendaraan di jalan dan memperlancar aktivitas masyarakat dari Bogor atau Cibubur.

Atas rencana ini, Jasa Marga berencana menghadirkan parkir kendaraan yang ekstra luas bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan moda transportasi masal tersebut.

"Kita akan sediakan lahan untuk menampung mobil baru masyarakat yang pakai monorel. Mobil diparkir," ungkap Dirut Jasa Marga, Adhityawarman.

Lahan ini diperkirakan mampu menampung 1.000 mobil. Namun ide ini masih terus dimatangkan perseroan, termasuk posisi lahan parkir ekstra tersebut.

"Lahannya belum namun kalau melihat posisinya, tanah yang masih cukup luas antara pintu tol Cibubur dengan Bukit Golf (Cimanggis). Kita bebaskan untuk parkir," paparnya.

Ongkos pembangunan monorel dianggap lebih murah dibandingkan jalan tol. Biaya struktur lebih efisien karena beban angkut monorel lebih kecil dibandingkan mobil.

"Pembangunannya jauh lebih murah karena kalau monorel bisa dipastikan bebannya. Namun mobil jika dalam keadaan macet, semua menumpuk. Beban jadi lebih besar," ucap Adit.

(zul/dru)


7:00 AM | 0 komentar | Read More
Techie Blogger